Senin, 27 April 2015

Senja di Batas Kota (Part 7) engl.vers

She lay on the grass champ elyesees, covering her eyes with sunglasses and enjoying the morning sun when a middle-aged Caucasian man came to her and smiled.

lay down a while in champ elysee garden

"Sprechen Sie Deutsch?" (Do you speak German?)
"Ist dies der weg nach to Bogor?" (Is this the way to Bogor?)
Mala immediately sat down, removed her sunglasses, and hugged him. Her father who had not been met. Her father is a German, had come to pick Mala in Eiffel. She was very nostalgic and want to tell him a lot.
"Guten morgen Papa. Wie geht es Ihnen? "(Good morning, Dad. How are you?)
"Good. Why you never came to see papa? " As he ruffled hair Mala," already busy ya now. Say you become a celebrity in Indonesia. "

Papa and Mala are both smiling. They talked about many things while visiting the Eiffel Tower, and out of the art museum and last visit Monalisa painting.

"Do you still love mama? Why never intended to reunited? We all miss you guys together again. "
Papa looked at faraway, can only smile like typical parent. "Mala will grown, then also you will understand. There are things that are better not to be together. Mama would have been much better. Now, tell me, is mama health? Aunt and your sister? You already have someone? "

She was in no mood to tell stories. "Papa, please give one piece of advice to tackle this thorny pa .."
"What makes the issue complicated is that man itself. You are making it complicated and convoluted."
Without further asked, Dad just said, "You just have to be yourself. Do whatever your conscience. That is what will make you happy, my sweet. "

Mala tried to absorb the words. Slowly, she took a deep breath and realized the mistake she had done. But how she should straighten out the error? How can she straighten it? You know, sometimes the mind is not necessary to resolve all the issues detailed in this world. You just have to try his best, then pray everything to God. He is the Almighty.


***

March 2015.
That evening, little rain fell throughout West Germany, precisely in Frankfurt, home to Mala's dad. Mala decided to accompany her father a short stay for 1 month. Someon knocked the door with a 4/4 rhythm.



raining outside ...

Buku


Senja di Batas Kota (Part 7)



Ia berbaring di atas rumput champ elyesees, menutup matanya dengan kacamata hitam dan menikmati sinar matahari pagi ketika seorang pria bule paruh baya mendatanginya dan tersenyum.

lay down a while in champ elysees garden

Sprechen Sie Deutsch?” (Apakah Anda dapat berbahasa Jerman?)
Ist dies der weg nach Bogor?” (Apakah ini jalan ke Bogor?)
Mala segera duduk, membuka kacamata hitamnya, dan langsung memeluk pria itu. Papanya yang sudah lama tak ditemuinya. Papanya yang orang Jerman, sengaja datang menjemput Mala di Eiffel. Ia sangat kangen dan ingin bercerita banyak.

Guten morgen Papa. Wie geht's, Papa?” (Selamat pagi, Papa. Bagaimana kabarmu?)

“Baik. Kamu kenapa tidak pernah datang menjenguk papa?” seraya mengacak-acak rambut Mala, “sudah sibuk ya sekarang. Katanya kamu jadi selebritis di Indonesia.”

Papa dan Mala sama-sama tersenyum. Walking around in Paris all day long. Mereka bercerita banyak hal sembari mengunjungi menara Eiffel, keluar masuk art museum dan terakhir mengunjungi lukisan Leonardo da Vinci yang terkenal, Monalisa.

“Apa papa masih sayang sama mama? Kenapa tak pernah berniat rujuk? Kami semua rindu kalian bersama-sama lagi.”

Papa menerawang jauh, hanya dapat tersenyum khas orangtua. “Mala sudah dewasa, nanti juga kau akan mengerti. Ada hal-hal yang lebih baik tidak untuk bersama. Mama pasti jauh lebih baik. Sekarang, ceritakan sama Papa, mamamu sehat? Tante dan adikmu? Kamu sudah ada calon pendamping?”

Ia sedang tak ingin bercerita. “Berikan Mala satu nasihat untuk menghadapi masalah pelik ini pa..”
“Yang membuat masalah pelik adalah manusia sendiri. Kamu yang membuatnya rumit dan pelik." 

Tanpa ditanya lebih lanjut, papa hanya bilang, “Kamu hanya harus menjadi dirimu sendiri. Lakukan sesuai kata hati nuranimu. Itulah yang akan membuatmu bahagia, manisku.”

Mala mencoba meresapi kata-kata itu. Perlahan, ia menarik napas dalam dan menyadari kesalahan yang telah ia perbuat. Namun bagaimana ia harus meluruskan kesalahan itu? Dengan cara bagaimanakah ia membereskan hal itu? Kau tahu, kadang tidak diperlukan pikiran  mendetail untuk menyelesaikan segala masalah di dunia ini. Kau hanya harus berusaha semampunya, kemudian pasrahkan segalanya kepada Allah. Dialah yang Mahakuasa lagi Mahaberkehendak.


***


Maret 2015.

Sore itu, hujan kecil turun di seantero Jerman Barat, tepatnya di Frankfurt, tempat tinggal papa Mala. Mala memutuskan tinggal sebentar menemani papanya selama 1 bulan. Pintu diketok dengan irama 4/4.

raining in Frankfurt

Senja di Batas Kota (Part 6)


Percakapan itu masih terngiang kembali.
“Ibu ngga akan pernah setuju kamu berpacaran apalagi menikah dengan gadis proyek itu. Dia itu ngga cocok sama ibu. Dia ngga akan menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak-anak kamu. Kamu tak perlu mengajar-ngejarnya lagi. Ibu sudah menjodohkanmu dengan Dinda, penerus pimpinan Uniheart.”

Meskipun sudah berkepala tiga, di hadapan ibunya, Dio merasa menjadi anak kecil yang selalu diurus dan diatur ibunya, tak punya kebebasan menentukan pilihan. Kadang ia ingin pergi saja dari rumah ini. Tapi ia begitu sayang pada ibunya. Siapa yang akan merawat ibu dan menemaninya nanti? Ia anak satu-satunya. Ayahnya sudah lama menikah lagi dan tinggal dengan istri mudanya. Dio serba salah.

“Bu, tolonglah bu. Sekali ini saja Dio ingin menentukan pilihan hati Dio. Selama ini ibu yang memiliki kuasa atas semua keputusan hidup yang Dio jalani. Sungguh beberapa tidak menghasilkan kebahagiaan yang ibu inginkan pada Dio. Sekali ini saja bu… Dio mohon..”
Ibu berpaling ke jendela, tak tega memandang Dio yang kini berlelehan air mata. Suasana dilematis ini bukannya tak pernah ia rasakan. Kini, ia seperti berada di posisi orangtuanya dahulu yang melakukan hal yang sama dengan yang ia lakukan. Apakah ia akan mengorbankan kebahagian anaknya, demi harta dan tahta? Hidupnya sudah cukup menjadi pelajaran untuk tidak melakukan hal yang sama.

“Ibu, ananda mohon izin dan do’a…”
Ibu berurai air mata, masih tak mau menatap Dio, “Pergilah anakku. Pergi temukan kebahagiaanmu..”

***

Dio menemui Mala, dalam suatu jadwal penerbangan yang sempit di Singapura. Mala hendak pergi ke Inggris, untuk mengambil masternya. Dio memohonnya untuk bertemu sebentar. Maka mereka berjanji untuk bertemu ketika Mala transit.


memorable place at the time

“Seharusnya kukatakan sejak dulu. Mala, maafkan aku. Selama ini aku tidak menjadi tuan atas nuraniku. Aku sengaja menghinamu, selalu menolak pekerjaanmu, karena dengan begitu aku bisa melihatmu lebih lama. Bisa menutupi perasaanku yang sebenarnya. Padahal aku menipu diri sendiri. Kelakuanku yang demikian, tak juga menghapuskan perasaanku padamu, Mala..” untuk pertama kalinya Mala melihat laki-laki itu meruntuhkan tembok kesombongan dalam dirinya. Ia trenyuh.
Mala tersenyum kaku, merasa tersanjung. Ia sudah memaafkannya, dalam hati ia selalu memaafkannya.

“Maukah menikah denganku?”

“Aku sudah memaafkanmu, pak. Tapi untuk menikah. Mungkin belum… aku ingin menggapai apa yang sudah kucita-citakan sejak dulu.”

Penolakan halus. Apa yang harus kulakukan sekarang? Dengan kata-kata itu, berakhirlah pertemuan mereka.

“Aku akan menjemputmu Mala. Pada saatnya nanti kau akan tahu janjiku. Ingatlah itu baik-baik.”
Mala berlalu pergi meninggalkan Dio yang terpaku. Gadis itu pergi mengajar karir dan cita-citanya. Ia tidak bisa dengan egois menghentikannya. Ia rapuh. Tak tahu apa yang akan dilakukannya sekarang. Ketika restu sudah didapat dan semua jalan dilancarkan, jika Tuhan belum berkehendak, maka segalanya tak mungkin terjadi. Belum terjadi setidaknya.. Dio pergi. Ia akan pergi dan tak kembali untuk mengobati luka hatinya. Sampai ia bisa pulih menghadapi dunia. Ia akan minta pindah. Selamat jalan hatiku… selamat tinggal Indonesia…untuk sementara, hingga aku bisa tegak menghadapi dunia..


^^^

2015.
Setahun berlalu sejak pertemuan terakhir mereka. Ia sudah jarang menyelam, fokus dengan master-nya. Begitupun Dio. Sejak itu, tak pernah ada email atau berita apa pun. Rere kadang berkomentar sebal, bahwa Mala, kan sudah dewasa, tapi untuk memutuskan pilihan hidupnya saja susahnya minta ampun: antara Roni dan Dio. Yang menderita adalah mereka bertiga akibat kegamangan Mala dalam membuat keputusan yang tegas.

Mala berdalih, bahwa ia sudah tidak memiliki perasaan apa pun terhadap Roni. Pria itulah yang masih mengharapkannya. Ia tak menyalahkannya. Mencintai adalah hak pribadi. Ia tak bisa melarang seseorang untuk mencintai orang lain karena itu akan membuat mereka bahagia. Rere berkata sebal, terserahlah. Lalu bagaimana dengan Dio. Pusing. Ia tak mau membahas mereka. Sekarang ia hanya ingin bekerja dan menyelesaikan master. Sudah itu bekerja lagi, entah pulang ke Indonesia, entah di sini. Dimanapun tak jadi masalah, pikirnya enteng. Tapi mama selalu bertanya kapan pulang.. dan ia sudah lama tak berjumpa dengan papanya di Jerman. Esok, ia akan membeli tiket untuk pergi ke Jerman. Sebelumnya akan melihat menara Eiffel yang terkenal itu.

tiket apapun yang didapat, just so be it.

Senja di Batas Kota (Part 5)


restaurant with a nice foyer, jazzy.

Senja di Batas Kota (Part 4)




Mama menjemputnya di bandara dan tante Hani memberinya sekotak coklat sebagai hadiah selamat datang, mereka sepertinya sehat dan masih selalu meributkan kemacetan yang seperti tiada akhir. Mala bersyukur.




Tante Hani selalu tahu apa yang Mala sukai:)

“Gimana proyeknya?” Tante Hani mengalihkan pembicaraan dari topik kemacetan. Seraya meninggalkan bandara menuju Jakarta.

“Oke saja tan, tinggal ketemu wartawan saja besok,” Mala berusaha biasa saja, meski hatinya sedikit kelam, “setelah itu selesai.”

“Oh. Mama seneng deh dengarnya. Mulai bulan ini kamu stay di Bogor lagi, kan? Jangan sering-sering tinggalin mama dong, Mala” mama merajuk, seraya berbisik di kuping Mala katanya papa bangga kamu bisa bikin sesuatu kaya gitu. Tante Hani berdeham. Mala tersenyum. Sangat khas keluarganya. Ia rindu mereka. Ia juga kangen Rere. Anak itu belum membalas email terakhirnya dua hari kemarin. Mungkin sedang sibuk praktek. 

“Iya Ma. Terima kasih…” hanya itu yang ingin Mala ucapkan saat ini. Entah kenapa ia menjadi melankolis, menatap ke luar tol Jakarta yang kini digelayuti awan yang mendung. Mala kembali untuk konferensi pers jalan tol di Jakarta. Acara itu dihadiri oleh petinggi-petinggi negeri, pejabat, bos-bos besar, staf Mala, kementerian yang terlibat, para awak media dalam dan luar negeri dan tentunya Mala. Tentunya ada banyak kilatan foto nanti, maka ia harus tampil sebaik mungkin, sebagaimana kerja professional terakhirnya dalam suatu proyek. Tentu saja Dio akan hadir disana. Ia harus tegar.

Sebenarnya tidak ada yang salah sih. Lancar. Teramat lancar malahan. Beberapa orang penting dan stakeholder memberikan sepatah dua patah kata yang patah-patah untuk bahan tulisan awak media. Mala hanya memberi pernyataan yang mengungkapkan kegembiraannya bahwa proyek ini selesai tepat waktu. Itu saja. 

Pejabat dan semua pihak hampir semuanya puas atas kerja tim Mala. Sebagian besar menyatakan keterkejutannya, dalam arti positif, bahwa Penanggung jawabnya adalah seorang perempuan yang masih muda (pula!), dan di akhir acara, beberapa media malah menghampirinya dan berniat untuk membuat video FT khusus tentang Mala. Itu adalah beberapa hal baik yang terjadi. Para petinggi itu juga ada yang sengaja bertukar kartu nama dengan Mala hanya untuk mengetahui nomor telepon asistennya (Mala mencantumkan nomor telepon asistennya di kartu namanya, bukan nomor aslinya). Dan plus, Mala tampil sebaik mungkin dengan gaun baru rancangan seseorang yang dipaksa untuk dipakai Mala oleh mamanya. Gaun itu berwarna biru lembut dan sekaligus memberikan efek intensif. Yang melihatnya akan terkesima saat itu juga.

Harusnya Mala bahagia. Tapi ternyata tidak. Sepanjang acara, Dio terlihat sengaja menghindari Mala. Hanya saling menyapa di awal acara sebagai bagian dari kesopanan belaka. Dio berdiri di pinggir seksi kementerian, tanpa pernah berpaling padanya. Mala tersisih. Ia kecewa, sedikitnya ia masih berharap Dio akan menyuruhnya push-up, bercanda tentang keberhasilannya mengerjakan proyek lokal, menyindirnya, atau apalah yang menandakan reaksi normalnya jika bertemu Mala. Well, itu tak terjadi. Dio hanya tersenyum manis, berbasa-basi sebentar mengenai kabar dan cuaca, serta kemacetan dan hujan. Lalu ia pergi, bergabung bersama kawan-kawannya di sana. Tak terjangkau.
Mala tak bisa berbuat apa-apa, jadi ia hanya membalas dengan jawaban yang sekadarnya. 

Apa yang harus dikatakannya saat itu, bagaimana kabarmu pak? Masih suka menyelam? Atau kapan kita akan main di Bunaken atau Raja Ampat lagi? Saling sindir seperti biasa, bercanda di media sosial. Mala pikir itu sudah bagian dari masa lalu mereka. If they were had one. Punya masa lalu, maksudnya, yang benar saja.

Mala baik-baik saja. Dio sangat baik, sehat dan tambah gemuk sekarang. Terakhir melihatnya adalah bulan Mei, dan itu sekitar 6 bulan yang lalu. Waktu berlalu begitu cepat. Bulan November mengaburkan ingatan rupanya. Yang berubah dari Dio adalah satu. Matanya. Tatapan matanya tidak pernah menatap langsung mata Mala lebih dari 3 detik. Palsu. Hanya untuk etika dan kesopanan. Benarkah? Dio tidak mau berjarak dekat dengan Mala, karenanya menghindari dengan berada sejauh mungkin dari meja kelompok Mala, ketika acara makan malam. Pun ia juga dikerubuti oleh wartawan. Malam ini, tersirat, ia adalah bintangnya. Ia bersinar.

Dio berpura-pura baik-baik saja. Seperti tidak terjadi peristiwa apapun di antara mereka. Mala berpikir seharusnya Dio minta maaf padanya atas tuduhannya yang tidak benar, yang menyebabkan ia pergi dari lokasi seminggu sebelum konferensi pers. Sungguh tidak professional meskipun sebenarnya sudah selesai tugasnya. Tekanan yang tidak tertahankan dan sikap Dio yang tidak mendukung, adalah penyebabnya. Mala enggan mengakuinya.

Di sesi makan malam, salah seorang wartawan yang mengerubutinya bertanya, “Mbak, setelah menyelesaikan proyek ini, apakah akan terus mengerjakan proyek pemerintah atau fokus di dunia karir internasional?” Selama ini reputasi Mala memang lebih mentereng di dunia internasional daripada di dalam negeri.

Mala tertawa renyah, “Waduh, berat sekali pertanyaannya.” Mala diam sejenak, “sepertinya saya mau liburan dulu. Next project will have to wait. Untuk berapa lamanya, saya belum tahu. Masih ingin santai dulu.” Seketika ia berpikir untuk mengambil master di Inggris, Jerman atau Perancis. Mungkin menikah dan punya anak juga merupakan rencana yang bagus. Bersama Dio. Malam berakhir dengan aroma kebekuan yang menguar di antara Mala dan Dio. Tidak tegur sapa, tidak tegur canda. Hanya do’a-do’a yang tak terjawab.

^^^

Rere pulang ke Indonesia untuk liburan musim panas. Sebelum memulai ujian akhir, ia memutuskan untuk memberi kejutan pada kakaknya. Mala sedang asyik membuka majalah di kamar, ketika Rere menghampiri.
Rere mendekat dan duduk di bangku samping ranjang.


Aku mau ke Jogya. Jalan-jalan santai, kata Rere sembari asyik rebahan di bangku

Senja di Batas Kota (Part 3)


Suasana proyek semakin memuncak. Semuanya serba cepat. Serba repot. Batas waktu launching perdana dan konferensi pers sudah terasa aromanya. Baik percakapan online dan offline, semua yang terlibat, tidak sabar menunggu selesainya kerja mereka. It was so excited. Mala hampir tak bisa memejamkan matanya lewat dini hari, karena membereskan yang tercecer dan finishing segala hal yang perlu dipoles. Sibuk. 

Tapi Mala sangat menikmatinya. Sangat menikmati baik di belakang meja maupun di lapangan. Ia merasa menjadi bagian dan merasa berharga. Kawan-kawan sekerjanya, yang sebagian besar, malah kenyataannya demikian, adalah laki-laki, berkata mereka puas dan terhormat bekerja dengan Mala. Kita berresonansi. Rupanya energi itu memancar dari dalam dirinya. Mala terlihat lebih cantik dan lebih percaya diri. Tidak hanya menjadi bahan bully seperti saat online dan offline sebelumnya. Ia telah membuktikannya melalui pekerjaannya. Tanpa banyak bicara, tapi bekerja dan bekerja hingga dini hari. 

Kadangkala, kopi paginya yang diseruput pukul 2 dini hari, masih terasa nikmat diminum saat pertama bangun pada pukul 4. 

Senja di Batas Kota (Part 2)



Seminggu kemudian …
Sketsa jalan tol itu berada di hadapan Dio. Ia masih belum menandatanganinya. Malah Pak Aswin, asisten Mala yang mengantarkan. Haruskah ia mengatakan cintanya kepada Mala? Itu akan seperti menyerah terhadap Mala. Tapi itu memang kenyataannya. Ia merasa seperti ingin menyanyi. Dan menari. Padahal ia tak suka menari. Saat tujuh belasan dulu ia benci jika disuruh tampil menari di panggung. Kini ia merasakan dorongan untuk itu.. Kalau saja boleh memilih dengan siapa ia harus jatuh cinta, maka Mala adalah pilihan ke-10 nya. Nahas. Nyatanya tipe wanitanya berlainan dengan karakter Mala.

Baiklah, cukup sudah ia bersikap arogan. Dio segera menandatangani proposal itu singkat dan cepat. That’s it! There’s no turning back. Hmm, so long my love. Adios mi amor

Hah. Macam mana pula. Seperti mau berakhir saja hidupnya. Calm down bro, there’s plenty of pretty young ladies.. otaknya berpikir dan hatinya berkata bahwa bukan itu jawabannya. Bersama dengan diawalinya pembangunan proyek ini, maka berakhirlah permainannya selama ini.
Dan kemana saja sih Mala itu? Sopan sekali, hanya mengirimkan asistennya dalam urusan terakhir ini. Dio tersenyum kecut. Lagaknya seperti dipecundangi bawahan. Oke, untuk kali ini kau bisa lolos…

Ia sendiri tak yakin, siapa yang berhasil lolos dari permainannya ini…

Mala berjibaku menambahkan detail akhir sketsanya. Kantor sudah sebagian gelap. Walau sudah ditandatangani Dio, ia melihat masih ada saja yang perlu direvisi. Good work always needs a perfect detail

Mala pulang hampir jam 1 pagi. Hatinya kegirangan dan nyaris menceburkan diri di kolam dekat apartemennya, demi memikirkan besok akan memulai pekerjaan seorang sipil yang sebenarnya. Kepalanya meletup-letup. Tak sabar. Ia mau buru-buru tidur.

Sebelum beranjak ke peraduan, Mala merasa ada sedikit rutinitas yang hilang. Ia mencoba mengecek smsnya. Nothing. Sebelumnya, kadang jam segini pun ia bisa bercengkerama dengan Dio lewat media apapun. Kini, gangguan itu hilang seketika. Tak ada apa pun. Tak ada sms iseng. Sms kosong atau yang lainnya. WellI guess it ended here.. she sleep away as she close her eyes…thinking about something else…


5 bulan kemudian.

Senja Di Batas Kota (Part 1)



Sesosok siluet gadis muda menghadap balkon jendelanya. Ruangan itu agak samar dan sosok gadis itu seakan ingin merengkuh dunia luar namun tetap bersembunyi di balik gordennya. Terlihat rapuh. Anonim. Di keheningan malam bertaburan bintang, dihembusi angin laut dari pantai Raja Ampat, Tuhan telah menggariskan nasib yang mulai mendayu-dayu untuk sang gadis muda.
  
    Merenungi sesuatu yang jauh di garis cakrawala, seraya menitikkan air mata. Bersama dengan bunyi ombak, ditelan deru mengombak.

***

      Mala bergegas merapikan laptop dan beberapa buku toplist-nya. Buku panduan perjalanan dunia timur, suku Asmat di Papua dan perbatasan Papua Nugini, peta dan jurnal hariannya. Setelah ditutup resleting tasnya dan menalikan Nike  kesayangannya, ia merasa siap menghadapi hari ini. Dicek lagi agendanya. Hmm, meeting LSM, melihat site, finishing sketsa, diving coaching, late dinner bareng Dio dan kirim artikel.

      Sungguh padat jadwalnya hari ini. Tapi itu memang sudah menjadi jadwal hariannya sejak awal tahun ini. Sejak ia menyanggupi proyek jalan tol di Papua. Sejak ia punya lisensi selam internasional, di Aussie. Sejak ia mulai berkenalan dengan seorang staf ahli Kementerian PU, Dio.

      LSM Mala menunjuknya untuk mengurusi proyek ini, dan sejak diharuskannya pendampingan dari pemerintah, maka mau-tak-mau, suka-tidak-suka, Mala harus direpotkan oleh Dio. Dio adalah musuh utamanya dalam mewujudkan idealisme sketsanya. Karena Dio berfungsi untuk menekan budget serendah-rendahnya dan memastikan berjalan efektif dan efisien dan selesai sesuai tenggat waktu yang ditentukan. Mala kadang membenci orang itu.

      Yah tapi hidup memang lucu. Kini keduanya akrab dan akur seperti kucing-kucing peliharaan bos. Kadang-kadang mereka bertengkar juga seperti kucing dan tikusnya bos. Lagi-lagi mentalnya Dio adalah seorang penggombal dan kali ini targetnya adalah Mala. Maka dengan segala cara, ia mencoba meluluhkan hati gadis itu.

      Mengikuti kelas pelatihan diving dimana Mala menjadi instrukturnya, menunggu di site project, follower di twitter Mala, selalu eksis di setiap media untuk menanyakan kabar Mala. Sms, bbm, fb, twitter, path, instagram, dan whats app. Macam abg saja. Kadang Mala geli sendiri melihat kelakuan aneh partner nya ini. Jengah dan jenuh. Namun sekarang Mala menganggap semua itu biasa meski awalnya sangat terganggu. Siapa pula orang baru ini?

      Ting-tong. Mala segera mem-push emailnya.

      “Darling, sarapan di T-corner yuk. Aku jemput. Just say yes. It’s an order.” Begitu isi perintah si pengirim email, alias Dio. Maka bertambah pula agenda Mala awal pagi ini. Dalam hati ia berkata, “mudah-mudahan ga ada yang direvisi lagi deh,” Seraya memanjatkan do’a.


***



Jumat, 24 April 2015

Solar Heating


Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro




Pemanas Tenaga Matahari

Teknologi Penjernihan Air





Mencari air jernih untuk diminum memang sudah semakin sulit, yang alami mungkin hanya ada di mata air gunung. Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih di daerah pedesaan dan pinggiran kota untuk air minum, memasak, mencuci dapat dilakukan dengan cara penjernihan air. Cara penjernihan air perlu diketahui karena semakin banyak sumber air yang tercemar limbah rumah tangga maupun limbah industri.

Penjernihan air minum secara sederhana ini merupakan penjernihan air dengan cara penyaringan. Bahan penyaringan yang digunakan adalah pasir dan arah tempurung kelapa. Arang tempurung kelapa berfungsi menyerap zat-zat yang mengotori, juga menyerap bau serta warna sehingga menghasilkan air jernih.

Hidrogel



Tanaman tak selalu tumbuh di atas tanah, karena beberapa media tanam dapat menggantikan tanah sebagai pendukung proses kehidupannya. Misalnya, dengan cara hidroponik. Hidroponik adalah penanaman tumbuhan dengan menggunakan air sebagai media tumbuhnya. Media tanaman yang kini banyak dikembangkan adalah hidrogel.
Hidrogel adalah suatu jaringan rantai-rantai polimer berbentuk Kristal-kristal pengisap air, mampu menyerap air 600 kali dari bobotnya.

Media hidrogel adalah salah satu perkembangan di bidang perkebunan. Hidrogel mampu menyimpan 400 kali lipat berat air sehingga hidrogel mampu menggantikan media tanah, batu, atau air sekalipun sebagai salah satu alternatif penanaman pohon tanpa menggunakan tanah. Selain terlihat lebih indah, menanam dengan menggunakan hidrogel mempermudah perawatan.

Cara membuat:
1.       Tuangkan air matang sebanyak 1 liter ke wadah penampungan, kemudian masukkan 7,5 gram hidrogel kering.
2.       Aduk sekitar 10 detik (agar warnanya menyebar). Diamkan selama 4 jam (tutup agar tidak tercampur kotoran/debu). Setelah itu tiriskan hidrogel. Bilas 1 kali dengan air biasa, lalu tiriskan kembali selama 30 menit.
3.       Hidrogel siap dipindahkan ke wadah/vas kaca untuk tanaman.
4.       Pindahkan tanaman dari pot dan jaga jangan sampai ada akar yang rusak. Cuci sampai bersih, jangan sampai ada tanah yang menempel. Sebaiknya akar yang putus, rusak, atau busuk dibuang agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Isi ¼ bagian vas dengan hidrogel, lalu taruh tanaman dengan posisi yang kita inginkan dan tutup lagi seluruh bagian tanaman dengan hidrogel.
5.       Hidrogel juga bisa direndam sambil menambahkan sedikit pupuk tambahan yang tidak merusak warna, sesuai dosis agar unsur hara bertahan lebih lama. Pada dasarnya, hidrogel yang dijual sudah mengandung pupuk (unsur hara bisa bertahan efektif 2 bulan).

Teknologi Biogas




Pembuatan Kompos



Teknologi M-Bio Unsil






M-Bio adalah cairan organik berupa kultur campuran mikroba yang menguntungkan, antara lain bakteri pelarut fosfat, Lactobacillus sp., yeast, dan Azospirillum sp. Teknologi berupa cairan ini merupakan hasil penemuan Prof. Dr. H. Rudi Priyadi, guru besar Universitas Siliwangi, Tasikmalaya. M-Bio adalah salah saru produk teknologi tepat guna yang kini diandalkan para petani di beberapa wilayah di Indonesia. Keberadaannya membantu para petani dalam meningkatkan hasil pertanian, seperti padi, tomat, cabai, dan lain-lain.

Campuran bahan-bahan organik (jerami, dedak, kotoran hewan, dan dedaunan/bahan pupuk kompos) ditambahkan larutan M-Bio, dapat difermentasikan sehingga menjadi PORASI (Pupuk Organik Cara Fermentasi). Proses fermentasinya cukup singkat, yakni sekitar satu minggu. Hal ini berbeda dengan cara pembuatan pupuk kompos biasa yang memakan waktu satu bulan.

Manfaat M-Bio bagi pertanian, antara lain:
·         Mempercepat dekomposisi bahan-bahan organik secara fermentasi
·         Melarutkan unsur P (fosforus) yang tidak tersedia menjadi bentuk P yang tersedia bagi tanaman
·         Mengikat nitrogen di udara
·         Menghasilkan berbagai enzim dan hormone sebagai senyawa bioaktif untuk pertumbuhan tanaman
·         Menurunkan kadar BOD (Biological Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) di perairan
·         Mengurangi bau busuk kotoran ternak

Pemanfaatan Teknologi dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup

Rangkuman 


Minggu, 19 April 2015

Tips on Setting up tents in Rainy Day


Resep Daging Kentang Kecap



Tips Mengeringkan Bagian Dalam Sepatu yang Basah


Tips Menghindari Hypothermia


Tips Agar Tubuh Tetap Hangat di Gunung


Mencuci Peralatan Masak di Gunung





Tips Mendirikan Tenda di Waktu Hujan


Tips Mendirikan Tenda


Tips Membeli Tenda


Menghindari Dehidrasi di Gunung


Jumat, 17 April 2015

Analisis Regresi dan Korelasi Berganda


Contoh Soal:

Mahasiswa TP melakukan penelitian untuk memperoleh data empirik mengenai hubungan antara kebiasaan belajar (X1) dan kreativitas belajar (X2) baik secara mendiri maupun bersama-sama dengan hasil belajar matematika (Y) siswa kelas 5 SD. Penelitian dilakukan pada sampel sebanyak 20 siswa.
Hipotesis Penelitian yang diajukan yaitu:
Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kebiasaan belajar dan kreativitas belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika.
a.       Lakukan pembuktian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini!
b.      Cari persamaan regresinya
Responden
X1
X2
Y



1
58
73
66
2
49
74
66
3
61
74
67
4
58
74
70
5
59
73
70
6
60
74
70
7
58
76
71
8
62
75
72
9
61
75
72
10
62
77
73
11
61
77
73
12
61
77
73
13
62
75
73
14
62
75
73
15
63
77
74
16
63
76
74
17
62
76
74
18
63
77
74
19
61
76
74
20
61
76
75


Membuat tabel bantuan:
Responden
X1
X2
Y
x1
x2
y
X1 2
X2 2
Y2
X1.X2
X1.Y
X2.Y



(X-µ)
(X-µ)
(Y-µ)






1
58
73
66
-2.35
-2.35
-5.7
5.5225
5.5225
32.49
5.5225
13.395
13.395
2
49
74
66
-11.35
-1.35
-5.7
128.8225
1.8225
32.49
15.3225
64.695
7.695
3
61
74
67
0.65
-1.35
-4.7
0.4225
1.8225
22.09
-0.8775
-3.055
6.345
4
58
74
70
-2.35
-1.35
-1.7
5.5225
1.8225
2.89
3.1725
3.995
2.295
5
59
73
70
-1.35
-2.35
-1.7
1.8225
5.5225
2.89
3.1725
2.295
3.995
6
60
74
70
-0.35
-1.35
-1.7
0.1225
1.8225
2.89
0.4725
0.595
2.295
7
58
76
71
-2.35
0.65
-0.7
5.5225
0.4225
0.49
-1.5275
1.645
-0.455
8
62
75
72
1.65
-0.35
0.3
2.7225
0.1225
0.09
-0.5775
0.495
-0.105
9
61
75
72
0.65
-0.35
0.3
0.4225
0.1225
0.09
-0.2275
0.195
-0.105
10
62
77
73
1.65
1.65
1.3
2.7225
2.7225
1.69
2.7225
2.145
2.145
11
61
77
73
0.65
1.65
1.3
0.4225
2.7225
1.69
1.0725
0.845
2.145
12
61
77
73
0.65
1.65
1.3
0.4225
2.7225
1.69
1.0725
0.845
2.145
13
62
75
73
1.65
-0.35
1.3
2.7225
0.1225
1.69
-0.5775
2.145
-0.455
14
62
75
73
1.65
-0.35
1.3
2.7225
0.1225
1.69
-0.5775
2.145
-0.455
15
63
77
74
2.65
1.65
2.3
7.0225
2.7225
5.29
4.3725
6.095
3.795
16
63
76
74
2.65
0.65
2.3
7.0225
0.4225
5.29
1.7225
6.095
1.495
17
62
76
74
1.65
0.65
2.3
2.7225
0.4225
5.29
1.0725
3.795
1.495
18
63
77
74
2.65
1.65
2.3
7.0225
2.7225
5.29
4.3725
6.095
3.795
19
61
76
74
0.65
0.65
2.3
0.4225
0.4225
5.29
0.4225
1.495
1.495
20
61
76
75
0.65
0.65
3.3
0.4225
0.4225
10.89
0.4225
2.145
2.145
Jumlah
1207
1507
1434
0
0
0
184.55
34.55
142.2
40.55
118
55.1
Rata-rata (
60.35
75.35
71.7











a.       Langkah-langkah dalam membuktikan hipotesis penelitian:
1.       Cari persamaan regresinya.
Dalam penelitian ini terdapat 2 variabel bebas dan 1 variabel terikat, sehingga digunakan persamaan regresi berganda.
 = a0 + a1X1 + a2X2
            X1Y = a1X1 2 +  a2 .   X1X2
            118,1   = a1      (184,55) + a2 (40,55) …………….. persamaan (1)
            X2Y = a1X1X2 +  a2 .   X2 2
            55,1     = a1      (40,55) + a2 (34,55) ……………….. Persamaan (2)



·         Eliminasi
Persamaan (1):  184,5 a1 + 40,55 a2         = 118,1  | x   40,55
Persamaan (2):  40,55 a1 + 34,55 a2         =   55,1              | x 184,55
Menjadi:
Persamaan (1): 7483,5 a1 + 1644,3 a2      =   4788,96
Persamaan (2): 7483,5 a1 + 6376,2 a2      = 10168,7        -
-4731,9 a2        = - 5379,75
      a2         = 1,13691
·         Substitusi
a2   = 1,13691 disubstitusi ke persamaan (2), menjadi:
Persamaan (2):  40,55 a1 + 34,55 a2                     =   55,1
Persamaan (2):  40,55 a1 + 34,55 (1,13691)         =   55,1           
                                                                  a1         =  15,8198
                                                                                    40,55
                                                                  a1         = 0,39013
·         Cari a0
a0  =    - a1 1 - a2 2
      = 71,7  -  (0,39013) (60,35) -  (1,13691) (75,35)
      = - 37,5
·         Jadi:                                   Keterangan:
a0    = -37,5                         a0                = konstanta
a1  = 0,390                        a1        = koefisien regresi X1
a2  = 1,137                        a2        = koefisien regresi X2
·          = a0 + a1X1 + a2X2
sehingga, model regresi:  = -37,5 + 0,390X1 + 1,137X2
model tersebut mengandung arti bahwa setiap penambahan kebiasaan belajar dan kreativitas belajar secara bersama-sama akan diimbangi penambahan hasil belajar matematika sebesar 0,390+1,137 = 1,527 pada konstanta -37,5.

Atau
Bila kebiasaan belajar dan kreativitas belajar secara bersama-sama bertambah sebanyak 1 skor, maka hasil belajar matematika siswa kelas 5 bertambah sebesar = 1,527 satuan pada konstanta -37,5.
Tanda positif menunjukkan hubungan kedua variabel bebas secara bersama-sama dengan variabel terikat bernilai positif.

2.      Lakukan pembuktian hipotesis melalui koefisien korelasi multiple (R), koefisien determinasi multiple (R2), dan Uji signifikasi korelasi multiple.
·         Koefisien korelasi multiple
R    =
R    =
R    =       = 0,87434 ~ 0,874
Koefisien korelasi 0,874 menggambarkan tingkat hubungan yang sangat kuat antara kedua variabel bebas secara bersama-sama dengan variabel terikat. Maknanya adalah meningkatnya skor kebiasaan belajar dan kreativitas belajar secara bersama-sama, akan meningkat pula skor hasil belajar matematika siswa.
·         Koefisien determinasi multiple
R2   = 0,7645 ~ 76,5%
Koefisien determinasi 0,7645 atau 76,5% menunjukkan bahwa meningkatnya hasil belajar matematika siswa 76,5% ditentukan oleh kebiasaan belajar dan kreativitas belajar secara bersama-sama, sedangkan 23,5% oleh faktor lain.
·         Uji Signifikansi koefisien korelasi multiple
Fhitung          =             Fhitung        =
                                                      = 27,59927
Keterangan: n       = jumlah sampel
                     R2      = koefisien determinasi multiple
                     K       = jumlah variabel bebas

F Tabel:     Ft          = cara mencari Ft
-          Dk pembilang = k                    = 2
-          Dk penyebut = n – k – 1          = 20 – 2 – 1 = 17
Ft(0,05; 2; 17)  =  3,59
Hipotesis
Ho  : β1 = β2 = 0, Variabel Kebiasaan Belajar dan Kreativitas Belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa
Ha  : β1 β2 0, Variabel Kebiasaan Belajar dan Kreativitas Belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa
Kriteria:
Jika Fh Ft, maka hubungan antar variabel signifikan.
Jika Fh < Ft, maka hubungan antar variabel tidak signifikan.
Atau
Fhitung Ftabel    = Terima Ho
Fhitung > Ftabel    = Tolak Ho, Terima Ha
Ft    (0,05; 2; 17)                        = 3,59               lihat F tabel signifikansi 0,05
 Fh (27,59927) > Ft (3,59), maka korelasi signifikan (Tolak Ho, Terima Ha)
Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar dan kreativitas belajar secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan belajar dan kreativitas belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa.

b.      Persamaan Regresi Multiple/Berganda:
       = -37,5 + 0,390X1 + 1,137X2
Konstanta sebesar -37,5. Artinya jika kebiasaan belajar dan kreativitas belajar nilainya 0, maka hasil belajar nilainya negatif yaitu sebesar -37,5.



Referensi:
Eprints.undip.ac.id
Herrhyanto, N. dan H.M. Akib Hamid. 2011. Statistika Dasar. Jakarta: Universitas Terbuka.