Jumat, 24 April 2015

Teknologi Biogas






Biogas tersusun dari:
Gas metana (CH4)
55-75%
Karbondioksida (CO2)
25-45%
Gas lainnya:
Hydrogen sulfide
Ammonia
Hydrogen
Nitrogen


Biogas yang berkualitas baik adalah biogas yang kadar metananya tinggi (biasanya diatas 70%). Semakin tinggi kandungan metana maka semakin besar kandungan energi (nilai kalor) pada biogas tersebut.

Sistem biogas merupakan sistem anaerobic (tidak ada oksigen) sehingga harus dibuat kedap udara dan kedap air. Biogas dihasilkan dari proses fermentasi bahan organic oleh mikroorganisme anaerobic. Proses pembuatan gas metana secara anaerob melibatkan interaksi kompleks dari sejumlah bakteri yang berbeda, di antaranya Methanobacterium dan Methanobacillus.

Sistem biogas mengumpulkan gas metana, yaitu gas yang mudah terbakar yang dapat digunakan untuk memasak, alat penerangan gas, menjalankan mesin-mesin pembakaran, dan menciptakan energi listrik. Gas metana terbentuk secara alami, yaitu ketika kotoran hewan, kotoran manusia, sekam padi, daun-daun, tanaman air dan rumput dalam keadaan membusuk.

Dalam proses menghasilkan biogas, bahan-bahan organik yang membusuk dikumpulkan dalam tangki, kemudian gas akan terperangkap dan terkumpul dalam tangki untuk kemudian disalurkan melalui pipa atau selang untuk kemudian dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Bahan-bahan campuran organic baru dapat terus ditambahkan ke dalam tangki, lalu bahan-bahan lama dapat dikeluarkan dan bisa dimanfaatkan kembali sebagai kompos.

Keuntungan lain yang dapat diperoleh dari sistem biogas sebagai sumber energi alternatif adalah:
·         Biogas dapat mengurangi pemakaian BBM
·         Biogas dapat mengurangi masalah lingkungan akibat sampah/limbah
·         Biogas merupakan sumber energi yang mudah didapat dan biaya murah. Misal: dalam 1 m3(1m x 1m x 1m) gas metana, bisa menyediakan gas untuk memasak makanan 3 keluarga, atau 6 jam nyala lampu dari lampu pijar atau 700 mL bahan bakar untuk menjalankan generator 2 tenaga kuda (horsepower) untuk 2 jam atau 1,25 kW listrik.
·         Bahan organic sisa proses biogas disebut lumpur pencerna (sludge) dapat digunakan sebagai pupuk organic. Kotoran dan bahan-bahan lainnya menyimpan zat-zat yang dibutuhkan tanaman yang karena proses produksi gas, kandungan zat-zat ini meningkat. Ketika bahan-bahan busuk ini telah selesai memproduksi gas metana, bahan-bahan ini selanjutnya dapat digunakan untuk membuat kompos atau digunakan langsung sebagai pupuk. Namun berhati-hatilah karena pupuk ini sangat kuat.
·         Biogas dapat memperbaiki kesehatan lingkungan. Karena hampir semua bakteri pembusuk dalam kotoran yang dapat menciptakan penyakit  akan terbunuh dalam tangki biogas sehingga penyakit bagi manusia dan hewan bisa berkurang.


Referensi:
Abas, M., Endang Haris [et. al.]. 2010. Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Penerbit Erlangga.
 http://enerzea.com/wp-content/uploads/2014/03/biogas.png


Tidak ada komentar:

Posting Komentar