Jumat, 24 April 2015

Hidrogel



Tanaman tak selalu tumbuh di atas tanah, karena beberapa media tanam dapat menggantikan tanah sebagai pendukung proses kehidupannya. Misalnya, dengan cara hidroponik. Hidroponik adalah penanaman tumbuhan dengan menggunakan air sebagai media tumbuhnya. Media tanaman yang kini banyak dikembangkan adalah hidrogel.
Hidrogel adalah suatu jaringan rantai-rantai polimer berbentuk Kristal-kristal pengisap air, mampu menyerap air 600 kali dari bobotnya.

Media hidrogel adalah salah satu perkembangan di bidang perkebunan. Hidrogel mampu menyimpan 400 kali lipat berat air sehingga hidrogel mampu menggantikan media tanah, batu, atau air sekalipun sebagai salah satu alternatif penanaman pohon tanpa menggunakan tanah. Selain terlihat lebih indah, menanam dengan menggunakan hidrogel mempermudah perawatan.

Cara membuat:
1.       Tuangkan air matang sebanyak 1 liter ke wadah penampungan, kemudian masukkan 7,5 gram hidrogel kering.
2.       Aduk sekitar 10 detik (agar warnanya menyebar). Diamkan selama 4 jam (tutup agar tidak tercampur kotoran/debu). Setelah itu tiriskan hidrogel. Bilas 1 kali dengan air biasa, lalu tiriskan kembali selama 30 menit.
3.       Hidrogel siap dipindahkan ke wadah/vas kaca untuk tanaman.
4.       Pindahkan tanaman dari pot dan jaga jangan sampai ada akar yang rusak. Cuci sampai bersih, jangan sampai ada tanah yang menempel. Sebaiknya akar yang putus, rusak, atau busuk dibuang agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Isi ¼ bagian vas dengan hidrogel, lalu taruh tanaman dengan posisi yang kita inginkan dan tutup lagi seluruh bagian tanaman dengan hidrogel.
5.       Hidrogel juga bisa direndam sambil menambahkan sedikit pupuk tambahan yang tidak merusak warna, sesuai dosis agar unsur hara bertahan lebih lama. Pada dasarnya, hidrogel yang dijual sudah mengandung pupuk (unsur hara bisa bertahan efektif 2 bulan).



Tanaman yang akan ditanam dalam hidrogel harus memiliki karakteristik:
·         Tahan genangan (kadar air berlebihan)
·         Tahan kelembaban tinggi
·         Tanaman indoor (yang dapat hidup dengan cahaya pantulan/cahaya tidak langsung)
·         Umumnya berkayu dan tidak berbunga. Pembungaan membutuhkan cahaya yang besar, sedangkan cahaya yang demikian justru akan membuat hidrogel berlumut.
·         Jenis-jenis tanaman yang cocok dengan media hidrogel:
·          Aglaonema sp.,
·          Anthurium sp.,
·         Berbagai jenis kuping gajah,
·         Diffenbachia sp.,
·         Philodendrom sp.,
·         Dracaena sp. (bamboo cina, bamboo jepang),
·         Scidapsus sp. (sirih belanda)
·         Syngonium sp.
·         Spathiphyllum sp.
·         Cyperus sp. (rumput payung)
·         Cordyline sp. (berbagai jenis hanjuang)
·         Monsteradeciliosa (Philodendron berdaun belah)
·         Rumput hias (berwarna hijau dengan garis putih di sisi daun dan berumbi)
·         Bamboo rejeki
·         Sansiviera
·         Sirih hias
·         Sri rejeki

Jenis tanaman seperti kaktus, mawang, anggrek, beringin, kenanga, melati, dan palem, tidak dapat ditanam dalam hidrogel. Tanaman seperti teratai, eceng gondok, dan yang sejenisnya juga tidak cocok ditanam dengan hidrogel karena membutuhkan suplai air yang sangat tinggi dan butuh cahaya matahari langsung.

Referensi:
Abas, M., Endang Haris [et. al.]. 2010. Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Penerbit Erlangga.
https://krisdinar.files.wordpress.com/2011/04/hidrogel-51.jpg
http://www.redio.in/fotoberita/Yuk,%20Bertanam%20Cantik%20Dengan%20Hidrogel!.jpg


Tidak ada komentar:

Posting Komentar